Rabu, 08 Februari 2012

Media Pembelajaran


    Kegiatan belajar mengajar merupakan proses komunikasi, ada yang memberikan pesan dan ada yang menerima pesan. Proses tersebut membutuhkan media, tempat untuk menyalurkan pesan. Media pembalajaran dapat menyampaikan pesan secara konkrit atau lebih nyata bila dibandingkan melalui kata-kata yang diucapkan. Menurut Azhar Arsyad (2007 : 7) bahwa “media pendidikan memiliki pengertian sebagai alat bantu pada proses belajar yang digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran”.  Kata media secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Menurut Wina Sanjaya (2008:163) yang dimaksud media adalah : "segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim (guru) ke penerima (siswa) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi".
Dari uraian tersebut di atas dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran sebagai perangkat lunak (soft ware) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan. Sesuai dengan perkembangannya media dapat tampil dalam berbagai jenis dan format. Oleh karena itu berkembang pula sistem pengelompokannya berdasarkan kesamaan ciri atau karakteristiknya. Jadi ada kesamaan pengertian untuk batasan media pendidikan yaitu merupakan alat bantu, baik berupa perangkat keras (hard ware) maupun (soft ware) dalam menyampaikan pesan (informasi) dalam proses belajar mengajar.
Banyak manfaat yang dapat diambil dari media pembelajaran, seperti uraian berikut ini. Pembelajaran menjadi lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Bahan ajar yang disampaikan dalam pembelajaran menjadi lebih jelas maknanya, sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan siswa dapat memiliki kompetensi seprti yang dinyatakan dalam indikator.  Penyajian yang disampaikan guru dalam pembelajaran menjadi lebih bervariasi, sehingga tidak membosankan. Dengan menggunakan media  siswa cenderung lebih banyak melakukan kegiatan dalam pembelajaran, siswa terlibat langsung dalam pengamatan, pengukuran, percobaan, dan lain sebagainya.   

Untuk beberapa hal media memegang peranan penting dalam pembelajaran.  Obyek yang terlalu besar dapat diganti dengan media gambar, film ataupun model. Untuk Obyek yang terlalu kecil dapat dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, ataupun gambar. Untuk gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan rekama ulang yang dipercepat atau diperlambat. Kejadian atau peristiwa masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai atau foto. Obyek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model atau diagram. Konsep dengan cakupan yang terlalu luas dapat disajikan dalam bentuk film atau video.
 Levie & Lentz dalam Azhar Arsyad (2007 : 16) menyatakan bahwa  “ ada empat fungsi media pembelajaran khususnya media visual, yaitu : fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris”. Fungsi Atensi mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual. Fungsi Afektif yaitu gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.  Fungsi kognitif yaitu gambar atau lambang visual dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan. Fungsi kompensatoris yaitu media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Pemilihan dan penggunaan media pengajaran harus disesuaikan dengan:   tujuan pembelajaran, bahan ajar, metode mengajar, ketersediaan alat yang dibutuhkan, dan kerumitan materi yang disampaikan. Pemilihan media juga dipertimbangkan dari faktor hambatan pengembangan dan pembelajaran. Pada pengembangan media, faktor dana, fasilitas, waktu penyampaian materi harus diperhatikan. Materi atau isi pelajaran yang beragam disesuaikan dengan tugas yang ingin diberikan dan dilakukan kepada siswa. Dalam hal ini tuntutan isi pelajaran yang menggunakan pengetahuan kognitif khusus yang kompleks untuk penyelesaian dan perkiraan diperlukan pada pembelajaran yang menyangkut pengertian hubungan-hubungan dengan indikator perilaku menganalisis jenis bagian-bagian dan penggunaan penalaran atau logika.
            Dalam pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula tentang  kemampuan mengakomodasikan penyajian sehingga berperan sebagai stimulus yang tepat ( visual atau audiovisual). Pemilihan media juga berkaitan dengan  kemampuan mengakomodasikan respons siswa yang tepat (tertulis, audio, atau kegiatan fisik), dan kemampuan mengakomodasikan umpan balik. Selain itu juga perlu dipertimbangkan pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, untuk latihan atau untuk pembelajaran. 
            Dalam teknologi pembelajaran, pengertian media berarti perangkat lunak (soft ware) yang berisi pesan atau informasi pembelajaran yang biasanya disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan. Sehubungan dengan perkembangan teknologi, media yang digunakan dalam pembelajaran tampil dalam berbagai jenis dan format. Oleh karena itu berkembang pula sistem pengelompokannya yang berdasarkan kesamaan ciri atau karakteristiknya.
Taksonomi menurut Briggs, lebih mengarah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat ditimbulkan dari medianya sendiri, yaitu kesesuaian rangsangan tersebut dengan karakteristik siswa, indikator pembelajaran, bahanajar, dan transmisinya. Briggs mengidentifikasi ada 13 macam media yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu : obyek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film rangkai, film bingkai, film, televisi, dan gambar yang diam maupun yang bergerak. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar